Wednesday, March 21, 2012

Nasehat Ayah

Hari telah larut malam ketika Ahmad pulang kerumahnya, tapi  ia tidak sendirian , ia bersama seekor kuda yang ditemukannya dijalan.   Sesampainya dirumah, ia  minta izin ayahnya agar dapat merawat dan memiliki kuda itu.  Ayahnya membolehkan Ahmad merawat kuda itu hanya untuk satu malam saja, karena menurut sang ayah sipemilik kuda pasti khawatir dan akan mencari kudanya yang hilang.  Saking sayangnya, Ahmad terjaga semalaman disamping kuda itu, sesaat  ia tertidur mataharipun mulai terbit dan ringkikan kuda membangunkan Ahmad dari tidurnya.
Melihat Ahmad sudah bangun , ayahnya datang menemui nya  dan berkata;  “ Ahmad, kau harus segera mengembalikan kuda itu kepemilik nya ”Ahmad menyela;  “ Tapi ayah, aku tidak tahu dimana pemilik kuda ini tinggal. 
Aku tidak tahu kemana kuda ini harus aku kembalikan ”Sambil tersenyum  dan menatap anaknya sebentar, sang ayah berkata;  “ Ahmad, bawalah kuda itu keluar dan biarkanlah dia  menuntun mu dan berjalanlah disisinya ” Sebetulnya Ahmad tidak yakin dengan apa yang dikatakan ayahnya, tetapi ia tetap mengikuti dan ia berjalan disisi hewan tersebut sambil  membiarkan kemana kuda itu melangkah.  Awalnya Ahmad keheranan melihat kuda itu berbelok kerkiri lalu kekanan, lalu kekiri lagi. 
Dengan mantap Ahmad mengikutinya.Tak lama kemudian Ahmad dan kuda tersebut sampai disebuah desa,  demi melihat kuda tersebut penduduk desa berhamburan menyongsong Ahmad.   Mereka sangat bersuka cita karena kuda yang hilang sudah kembali   dan sebagai ungkapan terima kasihn mereka memberi Ahmad hadiah.
Sesampai dirumah, ayahnya bertanya apakah Ahmad telah mengembalikan kuda tersebut, anak itu mengangguk seraya berkata;  “ Aku  telah melaksanakan perintah ayah, ternyata kuda itu menemukan sendiri jalannya pulang”Lalu ia melanjutklan;  “ Ayah, ada lagi yang akan ku katakan pada ayah.  Kemaren ketika aku menemukan kuda itu, aku sangatlah senang dan  bahkan berharap ayah mengizinkan ku memeliharanya.  Tapi sekarang aku merasa lebih berbahagia lagi karena dapat membantu orang desa itu menemukan kembali kudanya...  
Tapi ayah, aku yakin engkau pasti mempunyai alasan lain kenapa aku disuruh mengembalikan kuda itu..?” Sambil tersenyum sang ayah  menjawab;  “ Ahmad, ketahuilah  selalu ada kebahagiaan ketika  kita menolong dan memberi.   Ketika kau menolong orang desa sana menemukan kudanya, kau merasa bahagia..   Itulah pelajaran pertama dariku untuk mu nak..   
Pelajaran kedua adalah dengan berjalan beriringan disisi kuda, kuda itu bisa menemukan jalannya sendiri untuk pulang tanpa pengaruh apapun dari mu..  Anakku, hikmahnya adalah, engkau  harus menerima orang lain apa adanya, jangan pernah untuk mempengaruhi  dengan maksud  mengubahnya, lebih baik ubahlah dirimu sendiri..  “  Sang ayah melanjutkan;   “ Anakku sayang..
Jika engkau ingin orang lain menerima mu, terimalah mereka apa adanya...
Jika kau ingin mereka menghormatimu, hormatilah mereka terlebih dahulu..
Jika kau mengharapkan senyum mereka, tersenyumlah kepada mereka..
Jika engkau menginginkan mereka mencintaimu, cintailah mereka terlebih dahulu..Dan..
jika engkau ingin menerima, berusahalah memberti tanpa mengharapkan imbalan, percayalah Tuhan akan memberikan balasan padamu  berpuluh kali lipat banyaknya..”
Takjub mendengarkan nasehat ayahnya, Ahmad meneteskan airmata  sambil mendekap sang  ayah,   terdengar Ahmad berkata lirih ; “ Ayah, engkau adalah idolaku , terimakasih ayah, semoga nasehatmu akan menuntun ku  menjadi orang bijak.  Dan semoga engkau diberi kesehatan dan umur panjang oleh Allah..”

(disadur dan diedit ulang dari “NLP & Unlimited Communication Power” -  Dr Ibrahim Elfiki) – Hilman Syarkawi

No comments:

Post a Comment