Hari telah larut malam ketika Ahmad pulang kerumahnya, tapi ia tidak sendirian , ia bersama seekor kuda yang ditemukannya dijalan. Sesampainya dirumah, ia minta izin ayahnya agar dapat merawat dan memiliki kuda itu. Ayahnya membolehkan Ahmad merawat kuda itu hanya untuk satu malam saja, karena menurut sang ayah sipemilik kuda pasti khawatir dan akan mencari kudanya yang hilang. Saking sayangnya, Ahmad terjaga semalaman disamping kuda itu, sesaat ia tertidur mataharipun mulai terbit dan ringkikan kuda membangunkan Ahmad dari tidurnya.
Melihat Ahmad sudah bangun , ayahnya datang menemui nya dan berkata; “ Ahmad, kau harus segera mengembalikan kuda itu kepemilik nya ”Ahmad menyela; “ Tapi ayah, aku tidak tahu dimana pemilik kuda ini tinggal.
Aku tidak tahu kemana kuda ini harus aku kembalikan ”Sambil tersenyum dan menatap anaknya sebentar, sang ayah berkata; “ Ahmad, bawalah kuda itu keluar dan biarkanlah dia menuntun mu dan berjalanlah disisinya ” Sebetulnya Ahmad tidak yakin dengan apa yang dikatakan ayahnya, tetapi ia tetap mengikuti dan ia berjalan disisi hewan tersebut sambil membiarkan kemana kuda itu melangkah. Awalnya Ahmad keheranan melihat kuda itu berbelok kerkiri lalu kekanan, lalu kekiri lagi.
Dengan mantap Ahmad mengikutinya.Tak lama kemudian Ahmad dan kuda tersebut sampai disebuah desa, demi melihat kuda tersebut penduduk desa berhamburan menyongsong Ahmad. Mereka sangat bersuka cita karena kuda yang hilang sudah kembali dan sebagai ungkapan terima kasihn mereka memberi Ahmad hadiah.
Sesampai dirumah, ayahnya bertanya apakah Ahmad telah mengembalikan kuda tersebut, anak itu mengangguk seraya berkata; “ Aku telah melaksanakan perintah ayah, ternyata kuda itu menemukan sendiri jalannya pulang”Lalu ia melanjutklan; “ Ayah, ada lagi yang akan ku katakan pada ayah. Kemaren ketika aku menemukan kuda itu, aku sangatlah senang dan bahkan berharap ayah mengizinkan ku memeliharanya. Tapi sekarang aku merasa lebih berbahagia lagi karena dapat membantu orang desa itu menemukan kembali kudanya...
Tapi ayah, aku yakin engkau pasti mempunyai alasan lain kenapa aku disuruh mengembalikan kuda itu..?” Sambil tersenyum sang ayah menjawab; “ Ahmad, ketahuilah selalu ada kebahagiaan ketika kita menolong dan memberi. Ketika kau menolong orang desa sana menemukan kudanya, kau merasa bahagia.. Itulah pelajaran pertama dariku untuk mu nak..
Pelajaran kedua adalah dengan berjalan beriringan disisi kuda, kuda itu bisa menemukan jalannya sendiri untuk pulang tanpa pengaruh apapun dari mu.. Anakku, hikmahnya adalah, engkau harus menerima orang lain apa adanya, jangan pernah untuk mempengaruhi dengan maksud mengubahnya, lebih baik ubahlah dirimu sendiri.. “ Sang ayah melanjutkan; “ Anakku sayang..
Jika engkau ingin orang lain menerima mu, terimalah mereka apa adanya...
Jika kau ingin mereka menghormatimu, hormatilah mereka terlebih dahulu..
Jika kau mengharapkan senyum mereka, tersenyumlah kepada mereka..
Jika engkau menginginkan mereka mencintaimu, cintailah mereka terlebih dahulu..Dan..
jika engkau ingin menerima, berusahalah memberti tanpa mengharapkan imbalan, percayalah Tuhan akan memberikan balasan padamu berpuluh kali lipat banyaknya..”
Takjub mendengarkan nasehat ayahnya, Ahmad meneteskan airmata sambil mendekap sang ayah, terdengar Ahmad berkata lirih ; “ Ayah, engkau adalah idolaku , terimakasih ayah, semoga nasehatmu akan menuntun ku menjadi orang bijak. Dan semoga engkau diberi kesehatan dan umur panjang oleh Allah..”
(disadur dan diedit ulang dari “NLP & Unlimited Communication Power” - Dr Ibrahim Elfiki) – Hilman Syarkawi
Melihat Ahmad sudah bangun , ayahnya datang menemui nya dan berkata; “ Ahmad, kau harus segera mengembalikan kuda itu kepemilik nya ”Ahmad menyela; “ Tapi ayah, aku tidak tahu dimana pemilik kuda ini tinggal.
Aku tidak tahu kemana kuda ini harus aku kembalikan ”Sambil tersenyum dan menatap anaknya sebentar, sang ayah berkata; “ Ahmad, bawalah kuda itu keluar dan biarkanlah dia menuntun mu dan berjalanlah disisinya ” Sebetulnya Ahmad tidak yakin dengan apa yang dikatakan ayahnya, tetapi ia tetap mengikuti dan ia berjalan disisi hewan tersebut sambil membiarkan kemana kuda itu melangkah. Awalnya Ahmad keheranan melihat kuda itu berbelok kerkiri lalu kekanan, lalu kekiri lagi.
Dengan mantap Ahmad mengikutinya.Tak lama kemudian Ahmad dan kuda tersebut sampai disebuah desa, demi melihat kuda tersebut penduduk desa berhamburan menyongsong Ahmad. Mereka sangat bersuka cita karena kuda yang hilang sudah kembali dan sebagai ungkapan terima kasihn mereka memberi Ahmad hadiah.
Sesampai dirumah, ayahnya bertanya apakah Ahmad telah mengembalikan kuda tersebut, anak itu mengangguk seraya berkata; “ Aku telah melaksanakan perintah ayah, ternyata kuda itu menemukan sendiri jalannya pulang”Lalu ia melanjutklan; “ Ayah, ada lagi yang akan ku katakan pada ayah. Kemaren ketika aku menemukan kuda itu, aku sangatlah senang dan bahkan berharap ayah mengizinkan ku memeliharanya. Tapi sekarang aku merasa lebih berbahagia lagi karena dapat membantu orang desa itu menemukan kembali kudanya...
Tapi ayah, aku yakin engkau pasti mempunyai alasan lain kenapa aku disuruh mengembalikan kuda itu..?” Sambil tersenyum sang ayah menjawab; “ Ahmad, ketahuilah selalu ada kebahagiaan ketika kita menolong dan memberi. Ketika kau menolong orang desa sana menemukan kudanya, kau merasa bahagia.. Itulah pelajaran pertama dariku untuk mu nak..
Pelajaran kedua adalah dengan berjalan beriringan disisi kuda, kuda itu bisa menemukan jalannya sendiri untuk pulang tanpa pengaruh apapun dari mu.. Anakku, hikmahnya adalah, engkau harus menerima orang lain apa adanya, jangan pernah untuk mempengaruhi dengan maksud mengubahnya, lebih baik ubahlah dirimu sendiri.. “ Sang ayah melanjutkan; “ Anakku sayang..
Jika engkau ingin orang lain menerima mu, terimalah mereka apa adanya...
Jika kau ingin mereka menghormatimu, hormatilah mereka terlebih dahulu..
Jika kau mengharapkan senyum mereka, tersenyumlah kepada mereka..
Jika engkau menginginkan mereka mencintaimu, cintailah mereka terlebih dahulu..Dan..
jika engkau ingin menerima, berusahalah memberti tanpa mengharapkan imbalan, percayalah Tuhan akan memberikan balasan padamu berpuluh kali lipat banyaknya..”
Takjub mendengarkan nasehat ayahnya, Ahmad meneteskan airmata sambil mendekap sang ayah, terdengar Ahmad berkata lirih ; “ Ayah, engkau adalah idolaku , terimakasih ayah, semoga nasehatmu akan menuntun ku menjadi orang bijak. Dan semoga engkau diberi kesehatan dan umur panjang oleh Allah..”
(disadur dan diedit ulang dari “NLP & Unlimited Communication Power” - Dr Ibrahim Elfiki) – Hilman Syarkawi
No comments:
Post a Comment