Wednesday, December 8, 2010

Ali RA Kunci Ilmu

Ali RA Kunci Ilmu

Diriwayatkan bahwa kaisar rumawi mengutus seseorang ke Madinah dengan membawa harta yang banyak, kaisar berkata : “ berikan ini kepada Muhammad, jika engkau tidak berjumpa dengannya maka tanyakanlah siapa wakilnya, jika mereka memberitahumu tanyakan padanya 3 hal, jika ia menjawbnya dengan benar maka berikan semua harta itu padanya”

Utusan itupun sampai di Madinah, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah wafat, akhirnya ia bertanya tentang wakilnya, mereka menunjukkannya kepada sahabat mulia Abu Bakr radiyallahu anhu yang saat itu menjadi khalifah kaum muslimin. Ketika utusan itu menanyakan kepada beliau tentang 3 hal itu, beliau marah dan berkata :” celakalah engkau, engkau telah menambahkan kekafiran diatas kekafiranmu”.

Kemudian mereka menunjukkannya kepada sahabat mulia Umar ibnul Khattab radhiyallahu anhu ternyata Umar-pun mengatakan kepada orang itu seperti apa yang dikatakan oleh sahabatnya Abu Bakr.

Akhirnya sahabat yang mulia Abdullah ibn Abbas radhiyallahu anhu berkata :” kalian tidak memperlakukan orang dengan adil, dia menanyakan beberapa masalah tapi kalian tidak menjawabnya, tidak mengatakan bahwa kalian tidak tahu, malahan kalian marah kepadanya”.

Abdullah ibn Abbas lalu menggandeng tangan lelaki itu bersama Abu Bakr dan Umar menuju ke rumah sahabat yang mulia, menantu Rasulullah yaitu Imam Ali Ibn Abi Thalib radiyallau anhu, disana Ibnu Abbas menyampaikan prihal tamu dari rumawi itu.
Ali ibn Abi Thalib berkata :” silakan, apa yang ingin engkau tanyakan?”

Utusan itu berkata :” kabarkanlah kepadaku tentang sesuatu yang bukan milik Allah”.
Ali ibn Abi Thalib : "Iya tidak memiliki Sekutu"

Utusan itu kembali bertanya :” kabarkan padaku tentang hal yang tidak diketahui oleh Allah”.

Ali ibn Abi Thalib :itu adalah hal yang kalian katakan bahwa Isa adalah anak Allah, Allah tidak tahu bahwa Ia memiliki anak sebagaimana yang kalian katakan”. “Ia tidak tahu bahwa Ia memiliki anak”; adalah Firman Allah :” dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak mendatangkan madharat maupun manfaat kepada mereka, dan mereka mengatakan :” mereka itu adalah pemberi-pemberi syafaat kepada kami disisi Allah” Katakanlah :” apakah kalian mengabarkan kepada Allah dengan hal yang Ia tidak ketahui dilangit dan di bumi, Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan”

Terakhir utusan itu bertanya :” kabarkan kepadau tentang sesuatu yang tidak ada disisi Allah”

Ali ibn Abi Thalib menjawab:” tidak ada disisiNya kezaliman terhadap hamba-hambaNya”

Utusan itu berkata :” asyhadu an laa ilaaha illalLaah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullaah”. Lalu ia menyerahkan seluruh harta itu kepada Ali yang kemudian menyerahkannya kepada Hasan dan Husain radhiyallahu anhuma seraya berkata :” pergilah, bagikan harta ini kaum muslimin”

"man yuridilLaahu bihii khairan yufaqqiihhu fiddiin" [siapa yang Allah inginkan baginya kebaikan Allah akan berikan pemahaman mendalam tentang agama]

No comments:

Post a Comment